Senin, 18 Desember 2017

TEORI BELAJAR

ANUGRAH

 
TEORI BELAJAR

A.    Teori Belajar Behavioristik
Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori behavioristik menjadi dominan mewarnai pemikiran selama tahun 1950-an. Berdasarkan hasil karya para ahli dan pemikir seperti John B. Watson, Ivan Pavlov, dan B.F. Skinner. Para psikolog behavioristik juga sering disebut “contemporary behaviorists” atau juga disebut “S-R psychologists”. Teori behavioristik berpendapat bahwa semua perilaku dapat dijelaskan oleh sebab-sebab lingkungan, bukan oleh kekuatan internal. Behavioristik berfokus pada perilaku yang dapat diamati.
Guru-guru yang menganut pandangan ini berpendapat, bahwa tingkah laku murid-murid merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan mereka pada masa lalu dan masa sekarang, dan bahwa segenap tingkah laku merupakan hasil belajar.
Terdapat tiga macam teori behavioristik, yakni: connectionism (koneksionisme), classical conditioning (pembiasaan klasik), dan operant conditioning (pembiasaan perilaku respons).
B.     Teori Belajar Kognitif
Psikologi kognitif adalah cabang psikologi yang mempelajari proses mental termasuk bagaimana orang berfikir, merasakan, mengingat, dan belajar. Bidang psikologi kognitif sangat luas, tetapi umumnya dimulai dengan melihat bagaimana masukan sensori berubah menjadi keyakinan dan tindakan melalui proses kognisi.
Istilah psikologi kognitif diciptakan  oleh Ulric Neisser tahun 1967 dalam sebuah bukunya yang berjudul Cognitive Psychology. Psikologi kognitif mengakui otak menjalankan fungsi utama, yaitu berpikir. Otak adalah sistem fisik murni yang bekerja (meskipun kompleks) dalam batas-batas hukum alam dan kekuatan sebab dan akibat. Pandangan ini disebut fungsionalisme kausal atau fungsionalisme.
Proses kognitif adalah tindakan intelektual yang mengubah informasi dan gerakkan membentuk satu informasi yang lain termasuk perhatian, persepsi, latihan, encoding, dan retrievel. proses kognitif adalah sejalan dengan program yang memproses informasi-software-di komputer.
Metakognisi, komponen ketiga dari model pengolahan informasi, adalah kesadaran dan kontrol atas proses kognitif sendiri (E. Hiebert & Raphael, 1996).
Beberapa peneliti menggambarkan kombinasi dari komponen-komponen ini sebagai "arsitektur kognitif" (Sweller 1998). Sama seperti arsitek sebuah bangunan adalah struktur yang kegiatannya terjadi, informasi sistem pengolahan adalah kerangka di mana informasi diperoleh, dipindah, dan disimpan.

C.     Teori Belajar Humanistik
Aliran psikologi humanistik sangat terkenal dengan konsepsi bahwa esensinya manusia itu baik menjadi dasar keyakinan dan mengajari sisi kemanusiaan. Psikologi humanistik utamanya didasari atas atau merupakan realisasi dari psikologi eksistensial dan pemahaman akan keberadaan dan tanggung jawab sosial seseorang. Dua psikolog yang ternama, Carl Rogers dan Abraham Maslow, memulai gerakan psikologi humanistik perspektif baru mengenai pemahaman kepribadian seseorang dan meningkatkan kepuasan hidup mereka secara keseluruhan.
Psikologi humanistik adalah perspektif psikologis yang menekankan studi tentang seseorang secara utuh. Psikolog humanistik melihat perilaku manusia tidak hanya melalui penglihatan pengamat, malainkan juga melalui pengamatan atas perilaku individu mengintegral dengan perasaan batin dan citra dirinya.
Studi psikologi humanistik melihat manusia, pemahaman, dan pengalaman dalam diri manusia, termasuk dalam kerangka belajar dan belajar. Mereka menekankan karakteristik yang dimiliki oleh makluk manusia seutuhnya seperti cinta, kesedihan, peduli, dan harga diri. Psikolog humanistik mempelajari bagaimana orang-orang dipengaruhi oleh persepsi dan makna yang melekat pada pengalaman pribadi mereka.
Aliran ini menekankan pada pilihan kesadaran, respon terhadap kebutuhan internal, dan keadaan saat ini yang menjadi sangat penting dalam membentuk perilaku manusia.
Pendekatan pengajaran humanistik didasarkan pada premis bahwa siswa telah memiliki kebutuhan untuk menjadi orang dewasa yang mampu mengaktualisasi diri, sebuah istilah yang digunakan oleh Maslow (1954). Aktualisasi diri orang dewasa yang mandiri, percaya diri, realistis tentang tujuan dirinya, dan fleksibel. Mereka mampu menerima dirinya sendiri, perasaan mereka, dan lain-lain di sekitarnya. Untuk menjadi dewasa dengan aktualisasi dirinya, siswa perlu ruang kelas yang bebas yang memungkinkan mereka menjadi kreatif.
Tujuan dasar pendidikan humanistik adalah mendorong siswa menjadi mandiri  dan independen, mengambil tanggung jawab untuk pembelajaran mereka, menjadi kreatif dan tertarik dengan seni, dan menjadi ingin tahu tentang dunia di sekitar mereka. Sejalan dengan itu, prinsip-prinsip pendidikan humanistik disajikan sebagai berikut.
1.      Siswa harus dapat memilih apa yang mereka ingin pelajari. Guru humanistik percaya bahwa siswa akan termotivasi untuk mengkaji materi bahan ajar jika terkait dengan kebutuhan dan keinginannya.
2.      Tujuan pendidikan harus mendorong keinginan siswa untuk belajar dan mengajar mereka tentang cara belajar. Siswa harus memotivasi dan merangsang diri pribadi untuk belajar sendiri.
3.      Pendidik humanistik percaya bahwa nilai tidak relavan dan hanya evaluasi diri (selfevaluation) yang bermakna. Pemeringkatan mendorong siswa belajar untuk mencapai tingkat tertentu, bukan untuk kepuasan pribadi. Selain itu, pendidik humanistik menentang tes objektif, karena mereka menguji kemampuan siswa untuk menghafal dan tidak memberikan umpan balik pendidikan yang cukup kepada guru dan siswa.
4.      Pendidik humanistik percaya bahwa, baik perasaan maupun pengetahuan, sangat penting dalam proses belajar dan tidak memisahkan domain kognitif dan afektif.
5.      Pendidik humanistik menekankan perlunya siswa terhindar dari tekanan lingkunngan, sehingga mereka akan merasa aman untuk belajar. Setelah siswa merasa aman, belajar mereka menjadi lebih mudah dan lebih bermakna.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar
A.    Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan psikologis.
1.      Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam. pertama Faktor kesehatan, Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, ngantuk jika badannya lemah, dan lain sebagainya. kedua Cacat tubuh, Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna mengenai tubuh/badan. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu, jika hal ini terjadi hendaknya ia belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat Bantu agar dapat menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.
2.      Faktor psikologis
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Bebera­pa faktor psikologis yang utama memengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap, bakat dan percaya diri.
a)      Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari  tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.  Intelegensi sangat besar pengaruhnya terhadap belajar. Dalam situasi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai intelegensi rendah.
b)      Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa  yang dipertinggi, jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek (benda/hal) atau sekumpulan objek. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya, jika bahan pelajaran tidak menjadi perhatian siswa, maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar.
c)      Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, akan diperhatikan terus menerus di sertai dengan rasa senang.  Apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. (Slameto, 2010)
d)     Bakat adalah potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang mempunyai bakat musik mungkin di bidang lain ketinggalan, dan lain sebagainya.  Maka seorang murid akan mudah mempelajari yang sesuai dengan bakatnya. Apabila seorang anak harus mempelajari bahan lain dari bakatnya, akan cepat bosan. ( Ahmadi, Abu, Widodo Supriyono, 2004)
e)      Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan, sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesannya.
f)       Kematangan adalah suatu tingkat dalam  pertumbuhan seseorang, di mana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Belajar akan lebih berhasil jika anak sudah siap atau matang. Jadi kemajuan baru untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan dan belajar.
g)      Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi  respon atau bereaksi. Kesiapan ini perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.
B.      Faktor-faktor eksogen/eksternal
1.      Keluarga
Keluarga adalah ayah, ibu, dan anak-anak serta family yang menjadi penghuni rumah. Faktor orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup atau kurang perhatian dan bimbingan orang tua, rukun atau tidaknya kedua orang tua, akrab atau tidaknya hubungan orang tua dengan anak-anak, tenang atau tidaknya situasi dalam rumah, semuanya itu turut mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak.
Disamping itu, faktor keadaan rumah juga turut mempengaruhi keberhasilan belajar. Besar kecilnya rumah tempat tinggal, ada atau tidak perlalatan / media belajar seperti, papan tulis, gambar, peta, ada atau tidak ada kamar atau meja belajar, dan sebagainya, semuanya itu juga turut menentukan keberhasilan belajar seseorang.
2.      Sekolah
Keadaan sekolah tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Kualitas guru, metode mengajarnya, kesesuaian kurikulum dengan kemampuan anak, keadaan fasilitas/perlengkapan di sekolah, keadaan ruangan, jumlah murid perkelas, pelaksanaan tata-tertib sekolah, dan sebagainya, semua ini turut mempengaruhi keberhasilan belajar anak. Bila suatu sekolah kurang memperhatikan tata-tertib (disiplin), maka murid-muridnya kurang mematuhi perintah para guru dan akibatnya mereka tidak mau belajar sungguh-sungguh di sekolah maupun di rumah.
Hal ini mengakibatkan prestasi belajar anak menjadi rendah. Demikian pula jika jumlah murid perkelas terlalu banyak (50-60 orang), dapat mengakibatkan kelas kurang tenang, hubungan guru dengan murid kurang akrab, control guru menjadi lemah, murid menjadi kurang acuh terhadap gurunya, sehingga motivasi belajar menjadi lemah.
3.      Masyarakah
Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar. Bila di sekitar tempat tinggal keadaan masyarakatnya terdiri dari orang-orang yang berpendidikan terutama anak-anaknya rata-rata bersekolah tinggi dan moralnya baik, hal ini akan mendorong anak lebih giat belajar. Tetapi sebaliknya, apabila tinggal dilingkungan banyak anak-anak yang nakal, tidak bersekolah dan pengangguran, hal ini akan mengurangi semangfat belajar atau dapat dikatakan tidak menunjang sehingga motivasi belajar menjadi berkurang.
4.      Lingkungan Sekitar
Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting mempengaruhi prestasi belajar. Keadaan lingkungan, bangunan rumah, suasana sekitar, keadaan lalu-lintas, iklim dan sebagainya. Misalnya, bila bangunan penduduk sangat rapat, akan mengganggu belajar. Keadaan lalu-lintas yang membisingkan, suara hiruk-pikuk orang disekitar, suara pabrik, polusi udara, iklim yang terlalu panas, semuanya ini akan mempengaruhi kegairahan belajar. Sebaliknya, tempat yang sepi dengan iklim yang sejuk, ini akan menunjang proses belajar.
Lingkungan sekolah yang baik adalah lingkungan sekolah yang didalamnya dihiasi dengan tanaman atau pepohonan yang dipelihara dengan baik. Abotik hidup mengelompokkan dengan baik dan rapi sebagai laboratium alam bagi anak didik. Sejumlah kurisi dan meja belajar tertau rapid an ditempatkan dibawah pohon-pohon tertentu agar anak didik dapat belajar mandiri diluar kelas dan berinteraksi dengan lingkungan. Kesejukan lingkunga membuat anak didik betah berlama-lama di dalamnya. Begitulah lingkungan sekolah yang dikehendaki. Bukan lingkungan sekolah yang gersang, pengap, tandus, dan panas yang berkepanjangan. Oleh karena itu, pembangunan sekolah sebaiknya berwawasan lingkungan, bukan memusuhi lingkungan.

SILABUS KELAS VIII SEMESTER 1



SILABUS

Satuan pendidikan    :MTsN Barakah
Kurikulum                 :K-2013
Kelas/semester           :VIII(delapan)/1(satu)
Mata pelajaran          :IPS

KOMPETENSI INTI:
1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
TEMA I : Keunggulan Lokasi dan Kehidupan Masyarakat Indonesia
Sub Tema A : Keunggulan Lokasi Indonesia
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Sub Materi Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi Waktu
Sumber Bahan/Alat
1.1
Menghayati karunia TuhanYME yang telah menciptakan waktu dengan segala perubahannya.
1.      Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia yang aman dan kaya akan sumber daya alam.
2.      memberi contoh cara pelestarian lingkungan alam sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Tuhan YME.

Mengamati:
Mengamati gambar bola bumi Indonesia terletak pada daerah khatulistiwa yang beriklim tropis
Mengamati peta posisi silang Indonesia
Mengamati dan wawancara dengan tetangga terdekat tentang kondisi tanaman yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal
Menanya:
Merumuskan pertanyaan tentang hasil pengamatan gambar bola bumi
Merumuskan pertanyaan tentang hasil pengamatan tentang posisi silang Indonesia
Merumuskan pertanyaan tentang hasil pengamatan terhadap kondisi tanaman di lingkungan sekitar, misalnya: apakah keunggulan tanah di Indonesia, manfaat apakah yang sudah dirasakan masyarakat dari pengolahan tanahnya, tanaman apa saja yang dapat tumbuh subur di daerah sekitar tempat tinggal
Mengumpulkan informasi:
Mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan keunggulan iklim muson tropis dan akibat dari iklim muson tropis terhadap kehidupan
Mengumpulkan informasi untuk menjawab pertanyaan tentang keuntungan letak Indonesia pada posisi geostrategis
Mengumpulkan informasi tentang keunggulan tanah di Indonesia dari berbagai sumber
Menalar/Mengasosiasi:
Menganalisis keterkaitan keunggulan iklim muson tropis dan akibat dari iklim muson tropis terhadap kehidupan
Menganalisis data tentang keuntungan letak Indonesia pada posisi geostrategis
Menganalisis dan menyimpulkan tentang keunggulan tanah di Indonesia
Mengomunikasikan:
Mempresentasikan hasil analisis data tentang keunggulan iklim muson tropis dan akibat dari iklim muson tropis terhadap kehidupan
Mempresentasikan hasil analisis data tentang keuntungan letak Indonesia pada posisi geostrategis
Mempresentasikan hasil simpulan dari jawaban atas pertanyaan tentang keunggulan tanah di Indonesia

·     Peta Indonesia
·     Atlas Indonesia
·     Atlas Sejarah
·     Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/Mts kls VIII 
·     Buku Panduan Guru Pelajaran  IPS untuk SMP/Mts kls VIII
·     Ensiklopedia Geografi
·     Buku-buku dan referensi lain yang relevan
·     Media cetak/elek-tronik
·     Lingkungan sekitar
·     Internet

2.2
Memiliki rasa ingin tahu, terbuka dan sikap kritis terhadap permasalah-an sosial sederhana.
1.      Peka terhadap perubahan kondisi alam akibat pengaruh globalworning sehingga bisa memunculkan cinta terhadap alam agar tetap lestari
2.      Membandingkan perbedaan kondisi sosial di perkotaan dengan pedesaan serta mampu bersikap kritis dalam memilah dan memilih hal-hal yang bersifat positif dan negatif.
3.      Menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak mencemari tanah dengan pupuk kimia yang berlebihan

3.1
Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)
A.     Keunggulan Iklim di Indonesia
B.     Keunggulan Geostrategis di Indonesia
C.     Keunggulan Tanah di Indonesia
D.     perbedaan kondisi sosial dan aktifitas ekonomi masyarakat pedesaan dengan perkotaan dilihat dari perbedaan kondisi geografisnya.

6 JP
4.3
Menyajikan hasil pengamatan tentang bentuk-bentuk dan sifat dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar.
1.      Menunjukkan posisi silang Indonesia di globe atau peta.
2.      Mengidentifikasi Keuntungan Letak Geostrategis Indonesia di antara dua benua dan dua samudera dari aspek ekonomi, transportasi dan komunikasi
3.      Menceritakan perbedaan  aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan dilihat dari keunggulan geografisnya masing-masing
4.      Mampu membedakan kehidupan sosial masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan dilihat dari sudut pandang  kondisi geografisnya
5.      Mendeskripsikan kondisi tanah di Indonesia
6.      menuliskan Keunggulan kondisi tanah di Indonesia terhadap aktivitas pertanian
7.      Mengidentifikasi perbedaan aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan berdasarkan keunggulan geografisnya.


TEMA I : Keunggulan Lokasi dan Kehidupan Masyarakat Indonesia
Sub Tema B : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi, Transportasi,dan Komunikasi
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Sub Materi Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi Waktu
Sumber Bahan/Alat
1.1 
Menghayati karunia Tuhan YME yang telah mencipta-kan waktu dengan segala perubahannya
1.3  
Menghayati karunia Tuhan YME yang telah mencipta-kan manusia dan lingkungan-nya
1.      Menghayati dan mensyukuri karunia tuhan yang telah menganugerahi indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah.
2.      Mengungkapkan rasa syukur atas karunia tuhan YME atas nikmat kebebasa dan kemerdekaan yang diberikan kepada bangsa Indonesia.



Mengamati:
Mengamati produk UMKM terdekat dengan tempat tinggal
Mengamati peta sarana transportasi Indonesia
Mengamati  tabel lokasi Indonesia yang menunjukkan adanya perbedaan bahasa
Menanya:
Merumuskan pertanyaan tentang kegiatan ekonomi masyarakat
Merumuskan pertanyaan tentang sarana transportasi di Indonesia
Merumuskan pertanyaan tentang adanya perbedaan bahasa dalam masyarakat Indonesia
Mengumpulkan informasi:
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang kegiatan ekonomi
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan terkait dengan sarana transportasi di Indonesia
Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tentang adanya perbedaan bahasa dalam masyarakat Indonesia
Menalar/Mengasosiasi:
Mengolah dan Menganalisis data tentang kegiatan ekonomi masyarakat dari berbagai sumber
Menganalisis dan menyimpulkan jawaban dari berbagai pertanyaan tentang sarana transportasi di Indonesia
Menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang perbedaan bahasa dalam masyarakat Indonesia
Mengomunikasikan:
Mempresentasikan hasil simpulan tentang kegiatan ekonomi masyarakat
Mempresentasikan hasil simpulan tentang sarana transportasi di Indonesia
Mempresentasikan hasil simpulan tentang perbedaan bahasa dalam masyarakat Indonesia


·     Peta Indonesia
·     Atlas Indonesia
·     Atlas Sejarah
·     Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/Mts kls VIII 
·     Buku Panduan Guru Pelajaran  IPS untuk SMP/Mts kls VIII
·     Ensiklopedia Geografi
·     Buku-buku dan referensi lain yang relevan
·     Media cetak/elek-tronik
·     Lingkungan sekitar
·     Internet

2.1  
Menunjukkan perilaku jujur, gotong royong, bertanggung jawab, toleran, dan percaya diri sebagaima-na ditunjukkan oleh tokoh-tokoh sejarah pada masa lalu.
2.2 
Memiliki rasa ingin tahu, terbuka dan sikap kritis terhadap permasalah-an sosial sederhana.
2.3 
Menunjukkan perilaku santun, peduli dan menghargai perbedaan pendapat dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya

1.      bersikap bijak dalam membeli sesuatu yang benar-benar dibutuhkan (penting)
2.      bersikap jujur dalam membuat sesuatu barang atau jasa.
3.      bersuikap jujur (apa adanya) ketika menawarkan atau menjual suatu barang dan jasa kepada siapa saja.
4.      mematuhi peraturan berkendara seperti memakai helm dll.
5.      Bersikap terbuka dan kritis terhadap masalah teman, dengan membantu teman yang sedang kesulitan.
6.      Bersikap jujur dengan  Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya dan Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki.



3.1
Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)

A.     Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi
1.      produksi
2.      konsumsi
3.      distribusi
B.     Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Transportasi
C.     Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Komunikasi
D.     Pengaruh keunggulan lokasi terhadap cara berkomuni-kasi masyarakat Indonesia
18 JP
4.3
Menyajikan hasil pengamatan tentang bentukbentuk dan sifat dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar.
1.      Mempresentasikan hasil diskusi mengenai pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi masyarakat Indonesia dari sudut mata pencaharian.
2.      Menuliskan hasil analisis Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Transportasi
3.      Memaparka hasil analisis Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Komunikasi
4.      Mendeskripsikan perbedaan alat transportasi dulu dengan sekarang di tengah pembangunan yang dipengaruhi oleh karakteristik lokasi masing-masing daerah yang ada di Indonesia




TEMA I : Keunggulan Lokasi dan Kehidupan Masyarakat Indonesia
Sub Tema C : Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kolonialisme Barat di Indonesia
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Sub Materi Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi Waktu
Sumber Bahan/Alat
1.1 
Menghayatikarunia Tuhan YME yang telah mencipta-kan waktu dengan segala perubahannya
1.2  
Menghayatiajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembaga-an sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat
1.      Mencontoh akhlak mulia dari para pahlawan indonesia
2.      Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
3.      Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau melakukan usaha.

Mengamati:
Mengamati peta persebaran hasil bumi di Indonesia
Mengamati rute kedatangan Bangsa Barat di Indonesia
Mengamati gambar pengaruh kebijakan pemerintah kolonial Barat di Indonesia (suasana kerjapaksa masa penjajahan Belanda)
Mengamati peta Asia dan Eropa
Menanya:
Merumuskan pertanyaan tentang persebaran hasil bumi di Indonesia dan hubungan antara kekayaan hasil bumi dengan terjadinya kolonialisme Barat di Indonesia
Menanya tentang proses kedatangan bangsa Barat di Indonesia
Menanya tentang dampak kebijakan pemerintah kolonial terhadap bangsa Indonesia
Menanya tentang corak perlawanan rakyat Indonesia di berbagai daerah serta kelebihan dan kekurangan strategi perlawanan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah
Mengumpulkan informasi:
Mengumpulkan informasi persebaran hasil bumi di Indonesia dan hubungan antara kekayaan hasil bumi dengan terjadinya kolonialisme Barat di Indonesia dari berbagai sumber
Mengumpulkan informasi tentang proses kedatangan bangsa Barat di Indonesia dari berbagai sumber
Mengumpulkan informasi tentang pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap masyarakat Indonesia
Mengumpulkan informasi tentang latar belakang bangsa-bangsa Barat di Indonesia dan perlawanan masyarakat Indonesia terhadap penjajah Barat dari berbagai sumber
Menalar/Mengasosiasi:
Menganalisis dan menyimpulkan persebaran hasil bumi di Indonesia dan hubungan antara kekayaan hasil bumi dengan terjadinya kolonialisme Barat di Indonesia dari berbagai sumber
Menganalisis data tentang kedatangan bangsa Barat ke Indonesia
Menganalisis dan menyimpulkan tentang pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap masyarakat Indonesia
Menganalisis dan menyimpulkan berbagai informasi tentang kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah Barat
Mengomunikasikan:
Mempresentasikan hasil simpulan tentang persebaran hasil bumi di Indonesia dan hubungan antara kekayaan hasil bumi dengan terjadinya kolonialisme Barat di Indonesia
Mempresentasikan hasil simpulan tentang proses kedatangan bangsa Barat ke Indonesia
Mempresentasikan hasil simpulan tentang pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap masyarakat Indonesia
Mempresentasikan hasil simpulan tentang kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah Barat


·     Peta Indonesia
·     Atlas Indonesia
·     Atlas Sejarah
·     Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/Mts kls VIII 
·     Buku Panduan Guru Pelajaran  IPS untuk SMP/Mts kls VIII
·     Ensiklopedia Geografi
·     Buku-buku dan referensi lain yang relevan
·     Media cetak/elek-tronik
·     Lingkungan sekitar
·     Internet

2.1  
Menunjukkan perilaku jujur, gotong royong, bertanggung jawab, toleran, dan percaya diri sebagaima-na ditunjukkan oleh tokoh-tokoh sejarah pada masa lalu.

1.      Bersikap toleran terhadap keragaman bangsa indonesia.
2.      menerapkan sikap jujur, gotong royong, bertanggung jawab sebagaimana yang dicontohkan para pahlawan pejuang indonesia
3.      Mencontoh sikap kerja sama, perjuangan dan semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
4.      Bersikap percaya diri atas kemampuan yang dimiliki
5.      Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan


3.2
Mendeskripsikan perubahan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan serta perubahan dalam aspek geografis, ekonomi, budaya, pendidikan dan politik
A.     Latar Belakang Penjajahan Bangsa Barat
B.     Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia
C.     Pengaruh Kebijakan Pemerintah Kolonial terhadap Bangsa Indonesia
D.     Melawan Keserakahan Penjajah
E.      Keadaan ekonomi indonesia pada masa penjajahan bangsa barat
F.      Kondisi sosial dan pendidikan masyarakat pada masa penjajahan belanda di Indonesia
12 JP
4.1
Menyajikan hasil olahan telaah tentang peninggalan kebudayaan dan pikiran masyarakat Indonesia pada masa penjajahan dan tumbuhnya semangat kebangsaan dalam aspek geografis, ekonomi, budaya, pendidikan dan politik yang ada di lingkungan sekitarnya.
1.      menyajikan hasil bacaan dan analisis letar belakan penjajahan bangsa barat dan proses kedatangan bangsa-bangsa barat ke indonesia.
2.      Menjelaskan persebaran hasil bumi di Indonesia dan hubungan antara kekayaan hasil bumi dengan terjadinya kolonialisme Barat di Indonesia
3.      Mempresentasikan hasil simpulan tentang pengaruh kebijakan pemerintah kolonial terhadap masyarakat Indonesia
4.      Mempresentasikan hasil simpulan tentang kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia dan perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajah Barat


Tema II       :  Dinamika Kependudukan dan Pembangunan Nasional
Subtema A  :  Jumlah dan Pertumbuhan, Komposisi serta Persebaran dan Migrasi Penduduk
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Sub Materi Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi Waktu
Sumber Bahan/Alat
1.2 
Menghayati ajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembaga-an sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat
1.3  
Menghayati karunia Tuhan YME yang telah mencipta-kan manusia dan lingkungan-nya
1.      Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia.
3.      Menghayati dan menjaga karunia tuhan YME.
Mengamati:
Mengamati data kependudukan
Mengamati diagram komposisi penduduk di Indonesia ditinjau dari beberapa kategori
Mengamati peta kepadatan penduduk Indonesia tahun 2010
Menanya:
Menanya tentang pertambahan penduduk yang tinggi, cara pengendalian jumlah penduduk, cara menghitung pertumbuhan penduduk, akibat ledakan penduduk
Menanya tentang mengapa angka partisipasi sekolah tiap kelompok umur mengalami kenaikan, jumlah buruh/karyawan/pegawai dari tahun 2009-2011 mengalami kenaikan, jumlah pekerja bebas di sektor pertanian terus mengalami penurunan
Menanya tentang persebaran penduduk Indonesia, kepadatan penduduk paling tinggi dan paling rendah
Mengumpulkan informasi:
Mengumpulkan informasi tentang pertambahan penduduk yang tinggi, cara pengendalian jumlah penduduk, cara menghitung pertumbuhan penduduk, akibat ledakan penduduk dari berbagai sumber atau dengan mengunjungi Badan Pusat Statistik yang terdekat
Mengumpulkan infomasi mengenai komposisi penduduk dari berbagai sumber
Mengumpulkan informasi/data dari berbagai sumber  mengenai persebaran penduduk
Menalar/Mengasosiasi:
Menganalisis informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber tentang pertambahan penduduk yang tinggi, cara pengendalian jumlah penduduk, cara menghitung pertumbuhan penduduk, akibat ledakan penduduk
Menganalisis dan menyimpulkan berbagai informasi yang telah didapatkan terkait komposisi penduduk
Menganalisis dan menyimpulkan berbagai informasi tentang persebaran penduduk yang didapatkan dari berbagai sumber
Mengomunikasikan:
Mempresentasikan hasil analisis data tentang pertambahan penduduk yang tinggi, cara pengendalian jumlah penduduk, cara menghitung pertumbuhan penduduk, akibat ledakan penduduk
Mempresentasikan hasil simpulan tentang komposisi penduduk
Mempresentasikan hasil simpulan tentang persebaran penduduk


·     Peta Indonesia
·     Atlas Indonesia
·     Atlas Sejarah
·     Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/Mts kls VIII 
·     Buku Panduan Guru Pelajaran  IPS untuk SMP/Mts kls VIII
·     Ensiklopedia Geografi
·     Buku-buku dan referensi lain yang relevan
·     Media cetak/elek-tronik
·     Lingkungan sekitar
·     Internet

2.2 
Memiliki rasa ingin tahu, terbuka dan sikap kritis terhadap permasalah-an sosial sederhana.
2.3  
Menunjukkan perilaku santun, peduli dan menghargai perbedaan pendapat dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya
1.      Bersikap santun dan peduli kepada siapapun.
2.      Bersikap terbuka dan bersikap kritis terhadap permasalahan yang terjadi dilingkungan sekitar
3.      Menghargai perbedaan antar teman sebaya.

3.1
Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)
3.3
Mendeskripsikan fungsi dan peran kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat
A.     Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk
B.     Komposisi Penduduk
C.     Persebaran penduduk dan Migrasi
D.     Perbedaan pola interaksi masyarakat asli dengan masyarakat yang telah melakukan migrasi
E.      Pengaruh peningkatan ekonomi masyarakat indonesia terhadap program transmigrasi pemerintah.
16 JP
4.2
Menggunakan berbagai strategi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi peran kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik di lingkungan masyarakat sekitar
1.      Membuat portofolio mengenai jumlah dan pertumbuhan penduduk di Indonesia dan mengidentifikasi penyebab pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta cara memecahkan permasalahan tersebut
2.      Membuat pemecahan masalah dari angka pertumbuhan penduduk yang tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata
3.      Menuliskan pemahaman dari hasil bacaan komposisi penduduk indonesia
4.      Membedakan pola  interaksi masyrakat asli dengan masyarakat yang telah melakukan migrasi
5.      Menjelaskan hasil diskusi tentang Pengaruh peningkatan ekonomi masyarakat indonesia terhadap program transmigrasi pemerintah.

Tema II       :  Dinamika Kependudukan dan Pembangunan Nasional
Subtema B : Fungsi dan Peran Penduduk dalam Pembangunan Nasional
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/Sub Materi Pokok
Pengalaman Belajar
Alokasi Waktu
Sumber Bahan/Alat
1.2  
Menghayatiajaran agama dalam berpikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembaga-an sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat
1.3  
Menghayati karunia Tuhan YME yang telah mencipta-kan manusia dan lingkungan-nya
1.      Memelihara hubungan baik dengan sesama manusia ciptaan tuhan YME.
2.      Menghayati dan mensyukuri karunia tuhan YME.
3.      Mendoakan para pejuang nasional

Mengamati:
Mengamati tingkat kualitas penduduk di lingkungan tempat tinggal
Mengamati gambar diorama Sumpah Pemuda
Mengamati gambar penduduk sebagai modal dasar pembangunan

Menanya:
Menanya tentang tingkat kualitas penduduk di lingkungan tempat tinngal, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kualitas penduduk
Menanya tentang munculnya Pergerakan Nasional Indonesia, Proses Pergerakan Nasional Indonesia, Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Pergerakan Kemerdekaan Indonesia
Menanya tentang jumlah penduduk yang besar sebagai modal dasar Pembangunan, peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi di Indonesia

Mengumpulkan informasi:
Mengumpulkan informasi tentang kualitas penduduk Indonesia
Mengumpulkan informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia dari berbagai sumber
Mengumpulkan informasi/data dari berbagai sumber tentang peranan penduduk dalam pembangunan Nasional

Menalar/Mengasosiasi:
Menganalisis dan menyimpulkan tentang  kualitas penduduk Indonesia
Menganalisis dan menyimpulkan tentang  Pergerakan Nasional Indonesia yang diperoleh dari berbagai sumber
Menganalisis dan menyimpulkan data/informasi tentang peranan penduduk dalam pembangunan Nasional

Mengomunikasikan:
Mempresentasikan hasil analisis data tentang kualitas penduduk Indonesia
Mempresentasikan hasil analisa data tentang Pergerakan Nasional Indonesia
Mempresentasikan hasil simpulan mengenai peranan penduduk dalam pembangunan Nasional


·     Peta Indonesia
·     Atlas Indonesia
·     Atlas Sejarah
·     Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/Mts kls VIII 
·     Buku Panduan Guru Pelajaran  IPS untuk SMP/Mts kls VIII
·     Ensiklopedia Geografi
·     Buku-buku dan referensi lain yang relevan
·     Media cetak/elek-tronik
·     Lingkungan sekitar
·     Internet

2.1  
Menunjukkan perilaku jujur, gotong royong, bertanggung jawab, toleran, dan percaya diri sebagaima-na ditunjukkan oleh tokoh-tokoh sejarah pada masa lalu.
2.3  
Menunjukkan perilaku santun, peduli dan menghargai perbedaan pendapat dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya
1.      menumbuhkan dalam diri perilaku jujur, gotong royong, tanggung jawab dalam kondisi apapun sebagai generasi penerus bangsa dan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme serta pergerakan nasional.
2.      Bersikap sopan dan santun kepada siapapun tanpa membeda-bedakan.
3.      Tidak menyalahkan orang lain untuk kesalahan tindakan kita sendiri.
4.      menghargai perjuangan para pahlawan indonesia dalam menjaga NKRI
5.      tatap saling menghargai perbedaan pendapat baik dengan teman sebaya untuk menjaga persaudaraan sebagai begian dari kesatuan republik indonesia


3.1
Memahami aspek keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu dalam lingkup nasional serta perubahan dan keberlanjutan kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan politik)
3.4
Mendeskripsikan bentuk-bentuk dan sifat dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi

A.     Kualitas Penduduk di Indonesia
B.     Pergerakan nasional Indonesia
C.     Peranan penduduk dalam pembangunan ekonomi di Indonesia
D.     Pemeratan pembangunan di Indonesia
E.      Sejarah para pejuang nasional
F.      Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

18 JP
4.3
Menyajikan hasil pengamatan tentang bentuk-bentuk dan sifat dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar

1.      mendeskripsikan hasil pengamatan mengenai kualitas penduduk bangsa indonesia
2.      mendeskripsikan hasil becaan mengenai pergerakan nasional indonesia.
3.      Mempresentasikan hasil simpulan mengenai peranan penduduk dalam pembangunan Nasional
4.      Menceritakan kembali Pergerakan Nasional Indonesia, Proses Pergerakan Nasional Indonesia, serta Arti Penting Sumpah Pemuda bagi Pergerakan Kemerdekaan Indonesia